
8. WFH
WFH atau work from home bisa diartikan kerja dari rumah. Kebijakan ini mengizinkan karyawan menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Aturan WFH mirip belajar dari rumah bagi siswa sekolah atau ibadah di rumah.
Kebijakan WFH memungkinkan penerapan social distancing dan physical distancing, sebagai usaha pencegahan penularan virus corona. WFH biasanya diterapkan sesuai aturan lembaga terkait hingga kondisi menjadi lebih baik.
9. Karantina
Dikutip dari Badan Kesehatan Dunia WHO, karantina direkomendasikan untuk terinfeksi virus corona namun tidak menunjukkan gejala. Karantina akan menekan risiko penyebaran dan peningkatan kasus virus corona.
Karantina bisa dilakukan dengan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Selama karantina yang wajib dilakukan adalah menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan tidak bertemu dengan orang lain. Jika harus bertemu wajib menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan masker.
10. Isolasi
Isolasi adalah tindakan memisahkan orang yang tidak dan sudah sakit COVID-19. Tindakan ini untuk mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19 di lingkungan umum.
Bagi yang telah dipastikan terinfeksi virus corona, menerapkan isolasi adalah langkah yang tepat. Isolasi biasanya dilakukan dalam ruang khusus di rumah sakit untuk memudahkan pemantauan dan penerapan tindakan medis secepatnya.
11. Lockdown
Arti lockdown adalah mengunci akses masuk dan keluar pada suatu wilayah atau negara disertai sanksi tegas. Tidak jarang lockdown melibatkan penegak hukum dan penerapan jam malam supaya masyarakat lebih disiplin.
Lockdown diterapkan untuk mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Berbagai negara memiliki berbagai cara penerapan lockdown, misal Italia yang menutup semua toko kecuali apotek dan yang menjual bahan makanan.
12. Rapid test
Rapid test adalah metode pemeriksaan cepat untuk mendeteksi virus corona. Metode ini menjadi skrining awal untuk mengetahui masyarakat yang terinfeksi virus corona.
Cara kerja rapid test adalah mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang digunakan tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi baru terbentuk setelah tubuh terpapar virus corona selama beberapa hari hingga minggu.
13. Swab test
Swab test adalah pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona di dalam tubuh. Uji ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir di saluran pernapasan, misal hidung dan tenggorokan.
Sampel dari swab test kemudian diperiksa dengan teknologi PCR di laboratorium tertentu. Hal inilah yang menyebabkan hasil swab test keluar lebih lama dibanding rapid test, namun akurat karena tidak perlu menunggu terbentuknya antibodi.
14. PCR
PCR adalah teknologi Polymerase Chain Reaction yang digunakan dalam metode pemeriksaan swab test. Teknologi ini mampu menganalisa DNA atau RNA virus meski jumlah sampel terbatas.
Metode PCR inilah yang menyebabkan swab test bisa membantu menegakkan diagnosis COVID-19 pada pasien. Selain COVID-19, penegakan diagnosis penyakit lain juga bisa menggunakan PCR misal infeksi HIV.
Bersambung...
0 comments:
Posting Komentar