Cara Mengatasi Samsung Galaxy Tab 2.7 Yang Hang / Mati Total

Pengkol Community | Jumat, Januari 30, 2015 | 0 comments
Samsung Galaxy Tab 2.7
PENGKOL.com - Jengkel rasanya kalo kita sedang asik main tab tiba-tiba tab kita mati dan tidak bisa kita nyalakan kembali. Mau copot battery sulit.

Jangan Panik !!

Berikut langkah-langkah yang harus sampean lakukkan untuk menghidupkan kembali tab kita yang semaput :)

1. Lepaskan SIM card dan Memory Card dari tab.
2. Sambungkan kabel data ke tab.
3. Tekan tombol power dan volume secara bersamaan kemudian sambungkan kabel USB ke laptop atau komputer.
4. Di layar Tab akan muncul indikator pengisian battery. Dengan demikian sudah muncul tanda tanda kehidupan di tab kita.
Selamat bersenang senang kembali dengan tab anda...

--

Remaja 16 Tahun Digilir Dua Pria Bejat

Pengkol Community | Selasa, Januari 13, 2015 | 0 comments
PENGKOL.com - Seorang remaja berusia 16 tahun, YL, menjadi korban pencabulan dua pemuda bejat, Riyadi (22) dan Mulyadi (21). Keduanya mencabuli YL, di sebuah gedung SD di Margorejo, Dawe, Kudus.

Peristiwa ini bermula saat YL berkenalan dengan Sokibi (22), yang merupakan teman dari kedua pemuda tersebut, melalu saluran telpon. Setelah beberapa lama berkomunikasi via hape keduanya sepakat berjumpa darat, pada Minggu (24/12/2015).

"Saya jemput dia di sebuah masjid di Karangbener, Bae," ujar Sokibi, saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Selasa (13/1).

Selanjutnya, cerita Sokibi, kedunya jalan-jalan ke area GOR Wergu, kemudian ke komplek OASIS Djarum. "Setelah itu, saya kenalkan ke Riyadi dan Mulyadi. Lalu, kami pergi bersama ke sebuah gedung SD di Margorejo, di sana lah korban dicabuli oleh keduanya," cerita warga Dawe tersebut.

Disampaikan, meski dia lah yang pertama berkenalan dengan korban, namun ia tidak ikut berbuat cabul. "Saya ndak ikutan, hanya mereka berdua," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Mulyadi dan Riyadi, mengakui bahwa keduanya mencabuli korban secara bergiliran. Mereka mengaku hanya mencabuli korban, masing-masing satu kali.

"Waktu berbuat tidak mabuk, kami hanya sekali saja. Sebelumnya memang tidak kenal, baru saat itu kenalannya," ucap Mulyadi, dan dibenarkan Riyadi.

Kapolres Kudus, AKBP Bambang Murdoko, mengatakan para pelaku mencabuli korban pada Minggu (24/12/2014) sekitar pukul 23.00, hingga Senin (25/12/2014) sekitar pukul 07.00.

Ditambahkan, berdasarkan keterangan pelapor, yang juga merupakan orangtua YL, korban telah menghilang dari rumah sejak tanggal 14 Desember 2014.

"Dan baru kembali pada tanggal 28 Desember 2014. Setelah didesak, korban bercerita telah dicabuli para tersangka," kata Kapolres.

Usai menerima laporan, lanjut dia, pihaknya segera menindaklanjutinya, dan tak lama kemudian berhasil meringkus para tersangka di rumah masing-masing. "Mereka dijerat Pasal 81 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak," ujarnya.

Sumber : Tribun Jateng

C Holland Taylor Terkesan Menara Kudus

Pengkol Community | Senin, Januari 12, 2015 | 0 comments
PENGKOL.com - Pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kompleks Menara Kudus menjadi sesuatu yang tidak bisa terlupakan oleh C Holland Taylor. Bahkan sosok  satu ini terkesan dengan arkeologi yang cukup menarik, baginya ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

Ekspresi itulah yang muncul dari raut wajah pria berdarah Amerika. Menurutnya, Menara Kudus salah satu cagar budaya yang eksotik di Indonesia karena arsitektur yang cukup unik yang hingga kini masih terawat dengan baik.

”Menara Kudus sangat luar biasa, meski berusia cukup tua namun masih berdiri kokoh,” kata CEO LibForAll sebuah lembaga nirlaba bermarkas di Indonesia dan Amerika yang memiliki misi untuk melawan ekstremisme keagamaan dan menolak penggunaan terorisme.

Tujuan ia datang di Kudus sebenarnya tidak hanya singgah dan melihat secara lebih dekat keindahan dari cagar budaya berusia ratusan tahun tersebut, namun juga ingin melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sekitar menara.
 
”Utamanya masyarakat Muslim di Kudus yang ternyata cukup luar biasa, karena bisa menjaga kerukunan dan toleransi dengan umat lainnya. Hal ini jarang ditemui di negara manapun,” katanya yang juga salah satu pendiri Abdurrahman Wahid Foundation itu.

Taylor menuturkan, selama singgah di Kudus sempat mempelajari sedikit ajaran Sunan Kudus yang cukup terkenal, yakni menghormati umat Hindu yang saat itu bermukim di wilayah berdekatan dengan menara dan meminta masyarakat tidak menyembelih sapi. Sebab hewan tersebut dihormati oleh umat Hindu.
”Secara universal ajaran tersebut menggambarkan bahwa kita sebagai umat ciptaan Tuhan untuk senantiasa menghormati agama lain sehingga tercipta kehidupan yang damai,” tuturnya yang juga pendidik di Universitas Carolina Utara.

Dalam perjalanannya, ia juga mengakui memiliki misi sesuai dengan lembaga yang dipimpinnya yaitu ingin menyebarkan toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah. Bahkan ia mengutip pesan dari mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid yaitu umat Muslim harus bisa menyebarkan pemahaman Islam yang benar dan karenanya menolak ideologi ekstrem.
 
”Untuk memenuhi tugas ini memerlukan pengertian dan dukungan dari berbagai individu, organisasi, dan pemerintah,” paparnya yang sudah puluhan tahun di Indonesia dan bermukim di Magelang itu.
Oleh karena itu, ia mengaku bangga melihat Kabupaten Kudus memiliki komposisi masyarakat yang beragam namun tetap mengedepankan toleransi beragam.

”Bahkan saya selama berkunjung di Kompleks Menara Kudus mendapatkan sambutan hangat dari pengurus yayasan dan bahkan masyarakat yang juga berkunjung di tempat tersebut,” ungkapnya.


Sumber : Suara Merdeka

Kurangnya Tenaga Kerja di Sektor Pertanian

Pengkol Community | Sabtu, Januari 10, 2015 | 0 comments
PENGKOL.com - Meski sebagian lahan pertanian padi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan Kudus sudah panen dari musim tanam pertama (MT I), namun sebagian pemilik lahan mengaku khawatir akan nasib musim tanam selanjutnya. Pasalnya, mereka mengaku masih kesulitan mencari tenaga kerja penggarap lahan pertanian padi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Undaan Lor, Edy Pranoto, di sela-sela kegiatan ubinan panen kemarin. Ia juga memaparkan bahwa panen padi yang dilaksanakan di seluruh lahan pertanian dengan luas total 430 hektare ini tentunya membutuhkan tenaga penggarap. Akan tetapi, setiap musim tanam, justru jumlahnya berkurang.

”Ada berbagai faktor penyebab menurunnya jumlah tenaga penggarap lahan pertanian, di antaranya alih profesi, mencari pekerjaan lain,” katanya.

Pihaknya juga mengaku tidak bisa berbuat banyak, dan itu merupakan hak mereka untuk mencari pekerjaan lain. ”Minimal dalam satu lahan, misalnya sau hektare, idealnya digarap oleh sekitar lima pekerja, dan kemungkinan jika panen tentunya jumlahnya ditambah sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Mesin Pertanian

Pihaknya menuturkan, sebagai solusi, pihaknya meminta bantuan kepada Dinas Pertanian untuk memberikan bantuan alat mesin pertanian, yang ukuran kecil. Ini dimaksudkan agar petani bisa lebih fleksibel membawa alat tersebut.

”Jumlahnya tentunya disesuaikan dengan kelompok tani yang ada. Ini bertujuan agar pengerjaan lahan bisa lebih efektif dan ekonomis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus, Budi Santoso, kemarin, menjelaskan, agar efektif, bisa memanfaatkan mesin pertanian. ”Kami telah menerima usulan permohonan mesin pertanian dari Pemdes Undaan Lor, dan secepatnya kami upayakan,” tandasnya.


Sumber : Suara Merdeka
 
Copyright © 2014. the PENGKOL Community - All Rights Reserved