Home » » Kurangnya Tenaga Kerja di Sektor Pertanian

Kurangnya Tenaga Kerja di Sektor Pertanian

Pengkol Community | Sabtu, Januari 10, 2015 | 0 comments
PENGKOL.com - Meski sebagian lahan pertanian padi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan Kudus sudah panen dari musim tanam pertama (MT I), namun sebagian pemilik lahan mengaku khawatir akan nasib musim tanam selanjutnya. Pasalnya, mereka mengaku masih kesulitan mencari tenaga kerja penggarap lahan pertanian padi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Undaan Lor, Edy Pranoto, di sela-sela kegiatan ubinan panen kemarin. Ia juga memaparkan bahwa panen padi yang dilaksanakan di seluruh lahan pertanian dengan luas total 430 hektare ini tentunya membutuhkan tenaga penggarap. Akan tetapi, setiap musim tanam, justru jumlahnya berkurang.

”Ada berbagai faktor penyebab menurunnya jumlah tenaga penggarap lahan pertanian, di antaranya alih profesi, mencari pekerjaan lain,” katanya.

Pihaknya juga mengaku tidak bisa berbuat banyak, dan itu merupakan hak mereka untuk mencari pekerjaan lain. ”Minimal dalam satu lahan, misalnya sau hektare, idealnya digarap oleh sekitar lima pekerja, dan kemungkinan jika panen tentunya jumlahnya ditambah sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Mesin Pertanian

Pihaknya menuturkan, sebagai solusi, pihaknya meminta bantuan kepada Dinas Pertanian untuk memberikan bantuan alat mesin pertanian, yang ukuran kecil. Ini dimaksudkan agar petani bisa lebih fleksibel membawa alat tersebut.

”Jumlahnya tentunya disesuaikan dengan kelompok tani yang ada. Ini bertujuan agar pengerjaan lahan bisa lebih efektif dan ekonomis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus, Budi Santoso, kemarin, menjelaskan, agar efektif, bisa memanfaatkan mesin pertanian. ”Kami telah menerima usulan permohonan mesin pertanian dari Pemdes Undaan Lor, dan secepatnya kami upayakan,” tandasnya.


Sumber : Suara Merdeka
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. the PENGKOL Community - All Rights Reserved